Minggu, 04 Desember 2011

Paragraf Analogi, Paragraf Generalisasi, Paragraf Sebab-Akibat

Paragraf Analogi

Seseorang yang rajin menabung dapat diibaratkan dengan orang yang menenun kain. Helai demi helai benang di tata dengan rapi, dimasukkan ke dalam jarum-jarum dan ditenun dengan teliti. Perlahan-lahan jalinan benang-benang itu akanmembentuk kain yang kita inginkan. Begitu pula dengan menabung. Sedikit-sedikit uang kita tabung setiap hari. Lama-kelamaan tanpa terasa uang kita terkumpul banyak. Bila kita ingin membut baju, kita dapat menggunting kain kita. Begitu pula kita menabung uang.jerih payah hasil menabung yang kita nikmati sama dengan jerih payah penenun yang menikmati hasil tenunannya.

Paragraf Generalisasi

Pemakaian kendaraan bermotor yang meningkatkan menyebabkan polusi udara meningkatkan pula. Gedung-gedung ber-AC bertambah terus menyebabkan terjadinya polusi atmosfer akibat penggunaan freon pada Ac tersebut. Industri yang menjamur berkembang paralel dengan penambahan polutan di udara, di air, dan di daratan. Jadi peningkatkan penggunan teknologi modern berakibat pada peningkatkan polusi.    

PARAGRAF SEBAB-AKIBAT
Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Pertanian, perdagangan, dan industri, dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Produksi nasional pun meningkat. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Dengan demikian, kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini, Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar